Wednesday, December 17, 2008

Inspirasi dari Azim Premji







Di tengah hiruk pikuk India yang padat penduduk, anda mungkin tidak akan menyangka bila berjumpa dengan pria ini. Dia seperti orang kebanyakan di India, naik kendaraan umum bahkan berjalan kaki adalah hal yang biasa dilakukannya sehari-hari. Dia tak pernah dijemput atau dikawal oleh para bodyguard. Padahal pria bernama Azim Premji yang lahir di Mumbay India pada 24 Juli 1945 ini adalah seorang multimilyuner yang terkenal dan salah satu orang terkaya di dunia.

Azim Premji adalah seorang yang sukses menyulap sebuah perusahaan minyak goreng bernama Wipro menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India. Azim Premji adalah orang terkaya ke-21 di dunia versi majalah Forbes.

Azim Premji dan keluarganya yang beragama Islam, termasuk kaum minoritas di India. Ayahnya seorang pengusaha dan pemilik perusahaan Minyak goreng, wafat ketika usahanya itu sedang colaps. Saat itu Azim Premji masih kuliah di Stanford University Inggris dipanggil pulang. Dia harus meninggalkan kuliahnya di bidang IT untuk melanjutkan perusahaan Minyak Goreng peninggalan Ayahnya yang sedang colaps.

Dalam kondisi terdesak, Azim meneruskan usaha warisan ayahnya itu. Dia harus berhadapan dengan para pemegang saham yang meragukan kapabilitasnya karena usianya yang terbilang muda dan buta tentang bisnis minyak goreng. Hal itu tidak membuatnya surut, Azim muda justru bertindak tegas dengan membeli semua saham orang-orang yang meragukannya itu, hal itu juga membuatnya giat mempelajari berbagai hal tentang usahanya. Dia membeli setumpuk buku, dengan tekun Azim melahap buku-buku bisnis dalam setahun. Dia membaca semuanya, terutama pada larut malam dan subuh.

Diawal kepemimpinannya diperusahaan, adalah masa-masa sulit. Azim membangun ulang pondasi perusahaan dengan mendirikan gaya manajemen dan budaya perusahaan yang kuat bagi perjalanan perusahaan selanjutnya. Ia mampu merubah kebiasaan para staff yang memutuskan sesuatu berdasarkan naluri dan tradisi, menjadi lebih terukur dengan pendekatan analisis dan numerik. Azim juga menjadi teladan bagi karyawannya, dia bersedia kerja lembur dan kadang dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Azim menerapkan kebijakan yang menentang arus, dia melarang seluruh staffnya untuk terlibat dalam praktek korupsi dan suap. Secara konsisten dia membuktikan dengan memecat staffnya yang terbukti terlibat dalam kegiatan haram itu. Ternyata hal itu membuat perusahaannya menjadi semakin menonjol dan terpercaya. Tak heran, perusahan minyak goreng itu berkembang pesat dan semakin besar.

Setelah sukses dengan bisnis minyak goreng, ia juga berhasil memutar haluan core business usahanya itu menjadi usaha berbasis teknologi informasi (TI), tanpa meninggalkan bisnis minyak goreng yang telah membuatnya sukses . Sebab, dari pengalamannya menimba ilmu di Amerika, Azim menemukan bahwa TI akan menjadi unit usaha yang sangat menguntungkan di masa depan. Azim pun kemudian membangun bisnis Wipro Technologies untuk mewujudkan visi nya itu. Kerjakerasnya itu terlihat hasilnya saat ini, Wipro di tangan Azim menjelma menjadi imperium bisnis di bidang TI yang sangat besar. Wipro Technologies bukan hanya menjadi perusahaan TI terbesar di India, bahkan termasuk salah satu yang terbesar di dunia.

Kini, meski memiliki kekayaan mencapai USD18.5 miliar atau sekitar Rp170 triliun, Azim tetaplah azim yang dulu, yang selalu bersikap sederhana dan rendah hati. Ia tak pernah meminta diistimewakan, meski di perusahaannya sendiri. Ia masih sering naik kendaran umum tanpa pengawalan, tak jarang pula ditemui naik kendaraan umum, bahkan tak punya tempat parkir khusus layaknya CEO lain. Mobil pribadinya pun hanya hanya sedan Ford Escort produksi 1995

Wipro telah menjadi merek global dan perusahaan global yang beroperasi di berbagai negara termasuk di Eropa maupun Amerika. Karyawan Wipro di India sebanyak 61.000 orang, sedangkan di luar negeri mencapai 11.000 orang. Uniknya, Wipro adalah pabrik minyak goreng yang pada perjalanannya melakukan diversifikasi di berbagai bidang, termasuk bidang teknologi informasi. Dan, Azim Premji saat ini sudah mengukir prestasi sebagai berikut:
• Pengusaha Muslim Terkaya di Dunia
• Urutan ke-21 “Orang Terkaya di Dunia” Versi Forbes 2007
• “30 Pengusaha Terhebat Sepanjang Masa” Versi BusinessWeek, Juni 2007
• “10 Orang di Dunia yang Paling Mampu Membuat Perubahan” Versi Forbes, Mei 2003
• “100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia” Versi Time, April 2004
• “100 Miliuner yang Paling Banyak Membuat Perubahan” Versi Financial Times, November 2004
• Penyedia jasa R&D independen terbesar di dunia
• Termasuk 3 besar penyedia jasa BPO di dunia
• Pendapatan per tahun mencapai 2,4 miliar dolar
• Termasuk 100 perusahaan teknologi paling terkemuka di dunia menurut Business Week
• Pada 2006, menempati urutan ke-7 dalam daftar 100 perusahaan outsourcing paling terkemuka di dunia
• Perusahaan jasa software pertama di dunia yang meraih SEI CMM Level 5
• Organisasi pertama di dunia yang mendapatkan PCMM (People Capability Maturity Model) Level 5
• Memenangi Risk Management Award dari majalah Financial Times-The Banker
• Perusahaan pertama di luar AS yang menerima IEEE Software Process Award
• Menerima Global Leadership Award dari Dale Carnegie

Hikmah yang bisa kita ambil adalah memegang teguh nilai-nilai etika adalah modal dasar membangun organisasi yang kuat dan professional. Azim Premji telah membuktikan hal tersebut dan sangat menekankan etika di dalam seluruh aspek kehidupan. Seperti kita tahu, India adalah salah satu negara yang belum bebas dari lilitan korupsi dan nepotisme. Namun, Wipro mampu tampil berbeda, dengan tidak kompromi terhadap penegakan etika dan kejujuran. Wipro tidak takut kehilangan proyek karena harus menolak untuk mengorbankan nilai-nilainya. Pada akhirnya, Wipro justru lebih dihormati karena sikapnya tersebut. Bukan hanya itu, proyek demi proyek, penjualan demi penjualan akhirnya lebih memilih Wipro sebagai penyedia jasa/produknya.

Azim Premji dilahirkan sebagai muslim yang minoritas di India,namun hal itu tidak menghalanginya untuk berkarya dan justru membuktikan bahwa seorang muslim pun mampu mencapai kesuksesan serta mampu bersaing dilevel internasional. Ajim Premji telah memberikan inspirasi bagi kaum muslim seluruh dunia untuk bekerja dengan keras, konsisten dan profesional.

dimbil dari catatan facebook R. ahmad qudratu





1 comment:

WILLIAM said...

halooo

blognya bagus,.,.

tipsnya donk biar ikut2an bagus pageranknya.,.,.

thx