Sudah lama sebenarnya saya dan istri saya ingin mencoba mencari dan menambah bisnis yang ada dengan tambahan bisnis yang lain, akhirnya kebetulan ketika belanja di Indomaret saya tertarik dengan salah satu judul di tabloid peluang yaitu waralaba dengan modal kurang dari 10 juta, saya beli dan kemudian, saya telusuri mana yang cocok dengan budget, lokasi yang sudah tersedia di tempat kami , juga mudah direalisasikan.
Bersama istri , saya mencoba mengubungi edam burger, karena dari pilihan yang ada Edam lah yang sangat menarik dari sisi investasi (paling murah maksudnya), selain itu dekat dengan tempat kami. Pada hari berikutnya kami langsung bertandang ke kantor Edam di daerah Pondok Kopi untuk meminta penjelasan dan mengutarakan niat kami membuka outlet edam burger. Ternyata kebijakan di edam burger, jika kita sudah memiliki peralatan sendiri termasuk outlet / etalase, maka kita tidak perlu mengambil paket yang ditawarkan edam, wah ini lebih menarik lagi menurut saya, karena bisa lebih menghemat .Selain itu kalo ternyata bisnis burger nya mulai jenuh , etalasenya bisa dialihkan untuk keperluan yang lain, sedangkan kalo kita menggunakan outlet / etalase dari edam, maka mungkin belum tentu busa digunakan untuk keperluan yanglain ,mengingat bentuknya yang besar dan sudah dibentuk sedemikian rupa untuk berjualan burger.
Jika mengambil paket lengkap dari edam maka biayanya adalah 2,7 juta, dengan rincian mendapatkan peralatan dan outlet seharga 2,5 juta juga bahan burger seharga 210 ribu. Akhirnya kami tidak mengambil paket lengkapnya , tetapi hanya membeli paket burgernya saja yaitu 210 ribu yang terdiri burger , mini burger, pizza , daging, saos, mayonaize, mentega , keju dan kemasan berlogo edam. Untuk Outlet/ etalase kami pesan di toko etalase di daerah tanjung priuk ( usaha bapaknya murid saya , biar murah) dengan harga Rp.650.000 dan peralatan masak kami beli di carrefour sebesar Rp.100.000 an, Sedangkan kompor dan tabung gasnya , menggunakan kompor dan gas gratisan dari subsidi pemerintah. Jadi total modal kami untuk mendirikan outlet burger ini kurang dari satu juta rupiah.
saat ini usaha burger yang dinamai dari nama anak kami itu ( sofa ) sudah berjalan dan dikelola langsung istri saya, Alhamdulillah mendapat respon yang baik, saat ini sofa burger sudah beromzet 100 ribuan per hari (nb:kalo hari efektif Mahasiswa kuliah), lumayan untuk usaha sampingan. Margin keuntungan dari usaha ini sekitar 100 % ,kecuali item pizza mungkin sekitar 45%, saat ini hampir 2 hari sekali kami ke edam untuk membeli bahan burger.Bagi anda yang berminat usaha sampingan , saya pikir usaha makanan burger ini cukup realistis untuk di coba, tapi tentunya dengan mempertimbangkan lokasi dan target pasarnya.
2 comments:
Assalamu'alaikum...
Perkenalkan saya Taufik, saya baru ingin mencoba usaha seperti Bapak....
Saya mau tanya, utk etalase bapak pesan di Tg. Priuk, kebetulan saya juga tinggal di Tg. Priuk. Boleh saya diberikan contact person dan nomer telp nya pak ?
Rencana juga saya mau coba datang ke Edam Burger pusat, yang di Perumnas Klender.
Terimakasih,
Wassalamu'alaikum.
alamatnya jalan plumpang raya sekitar pasar kaget depan gang masjid, saya ga punya nomor hp nya pak, kalo dari arah semper setelah jembatan/ kali pasar kaget
Post a Comment