Sang guru menjawab, pelajari perbedaan antara keduanya.
- Jika pecundang selalu menjadi bagian dari masalah
- Pemenang selalu menjadi bagian dari solusi.
- Jika pecundang akan selalu punya alasan
- Pemenang akan selalu punya program.
- Jika pecundang berkata : Itu bukan pekerjaanku !
- Pemenang akan berkata : Biar aku yang mengerjakan itu.
- Bila pecundang melihat persoalan dari setiap jawaban
- Pemenang akan melihat jawaban dari setiap persoalan.
- Jika pecundang melihat kesalahan dari setiap persoalan
- Pemenang melihat kebaikan dari setiap kesalahan.
- Jika pecundang berkata : Itu mungkin dikerjakan, tapi sulit
- Pemenang akan berkata : Itu sulit, tapi mungkin untuk dikerjakan.
Kalau kamu mau melakukan seluruh ciri-ciri pemenang, kaulah yang akan menjadi pemenang.
5 comments:
Terimakasih informasinya.
Selayaknya setiap manusia berupaya untuk menjadi pemenang, dengan mempraktekkan karakter pemenang.
Namun dalam konteks dunia saat ini, kapitalisme berhasil mempromosikan pecundang sebagai sesuatu yang bergengsi. Akibatnya banyak manusia atau banyak pihak yang berupaya mendapatkan (bahkan memperebutkan) predikat pecundang. Lihatlah beberapa manusia atau beberapa pihakyang menjadi komparador (kaki tangan asing), dan bangga dengan statusnya sebagai komparador.
Oleh karena itu. kini saatnya para guru mengajarkan nilai-nilai Islam kepada para muridnya, agar para murid selain dapat mempraktekkan karakter pemenang, dapat pula mengenali promosi pecundangisme yang ditebar kapitalisme. Semoga berhasil.....
Untuk share silahkan klik "Sosiologi Dakwah" di http://sosiologidakwah.blogspot.com
wow.............
bener banget... cing....
make a success....
gak ada istilah rahasia pemenang
yang ada hanya usaha kerja keras dan tekun berusaha jauh lebih baik lagi....
make better than yesterday....
thanks with your tips...
taufik_htt01@yahoo.com
kenanga_cellular@yahoo.com
hmmmm
pemenang...
setuju pak...
wah artikel yang bagus, terimakasih, semoga kita semua bisa menjadi pemenang....
Post a Comment