Sunday, June 08, 2008

Air Mata Rasulullah SAW







AIRMATA RASULULLAH SAW...









Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya
masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan
badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"
tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan
pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan
tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan
kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah
dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
"Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh
kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah
berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya
menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata
Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak
tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera
mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku"
"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii,ummatii,ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

5 comments:

mfirmanshah said...

Loh koq artikel ini ada di blog lw juga... ?
ha hah ..ha....

http://mfirmanshah.wordpress.com/

mdianapriyanto said...

di blog sini tanggal 8 juni 2008 , di blog situ tanggal 25 juni, duluan gw bos...
lumayan buat perenungan, dari milis....

Uswah said...

Aku Cinta Muhammad Saw..

bambang said...

saat di zaman Rasullullah SAW, siapa orang yang bisa mendengar atau melihat malaikat selain Rasul?
Semua yang terjadi atau ucapan malaikat jibril bisa tercatat dalam hadist, sementara semua itu disaat Rasullulah sedang skratul maut, siapa yang memberitahu kejadian tentang permbicaraan beliau dengan malaikat Jibril, Untuk penulis, jangan mengarang cerita isapan jempol, kaum muslim selalu menggunakan akal pikiran yang sehat.

bambang said...

Untuk manusia biasa yang tak luput dari dosa, sudah pasti saat sakratul maut sangat sakit menjalaninya (rasa yang tersakit dari yang paling sakit di dunia). Tapi, mungkin special untuk Rasullullah SAW tidak mengalami rasa sakit itu, karena Allah Maha Kuasa, bisa berbuat apa pun yang manusia tidak mungkin (tidak masuk akal). Apalagi untuk Rasullullah SAW seorang utusanNYa. Dan tidak ada satu manusia pun yang bisa menyakiti Seorang Rasul Allah, apalagi meracuninya. Sebelum internet meraja lela, yang saya tahu tentang hadist wafatnya Beliau, tidak ada yang tahu tepat detiknya atau memberitahu saat beliau kesakitan saat sakratul maut, atau membisikkan sesuatu ke Ali sebagai wasiat. Tapi setelah internet meraja lela, barulah muncul para2 pengarang masa kini tapi kurang terliti dan kurang wawasan tentang isi kalbunya kaum Muslim. Jadi sangat jelas terlihat kebodohannya dalam mengarang yang hendak membuat rancu atau berniat menjerumuskan kaum muslimin....he..he..he
Usaha boleh2 aja bung, tapi Allah akan selalu menlindungi umatNya yang taqwa.