Thursday, May 01, 2008

Unjuk Rasa Buruh dan semangat entrepreneurship


Sejak Kemarin hingga hari ini kita saksikan di berbagai media , buruh di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia menggelar unjuk rasa. Karena hari ini tepatnya 1 Mei merupakan hari buruh sedunia.


Para buruh di seluruh dunia termasuk di Indonesia meneriakan berbagai tuntutan. Diantaranya adalah menghapuskan status pegawai kontrak. Karena hampir di setiap perusahaan yang ada di Indonesia saat ini menerapkan sistem tersebut.


Dan pada akhirnya sistem ini menjadi akal -akalan pengusaha agar tidak terbebani oleh terikatnya perusahaan pada aturan - aturan yang dapat menjerat perusahaan jika melalaikan hak para pekerjanya , trik ini juga dilakukan agar perusahaan menghindar dari kewajiban memberi berbagai macam tunjangan yang harus di terima pekerjanya jika diangkat menjadi pegawai tetap.


Saya tentu setuju jika penghapusan sistem itu terjadi , karena banyak diantara teman - teman kita yang sangat tergantung hidupnya dari Bekerja pada perusahaan - perusahaan yang menerapkan sistem seperti itu, termasuk mungkin saat ini saya yang juga masih menjadi pegawai honor dan hidup di dua Alam ( Alam Guru Honor dan mulai ingin menjadi pengusaha) . Hanya saja saya melihat dari sisi yang lain tentang status pegawai kontrak / honor ini, yaitu dari sisi entrepreneurship ( :) ) dan positif.


Sebenarnya jika kita melihat dari sisi ini maka aturan yang diterapkan seperti itu oleh para pengusaha bisa kita dukung, Persepsi pengusaha mungkin agar para pekerja tidak lantas menjadi aman dan nyaman di quadran pekerja / employee, tapi perusahaan memberikan waktu kepada kita untuk berfikir dan merasakan bagaimana menjadi pekerja / buruh,   setelah  berfikir para buruh belajar mengembangkan jiwa dan skill kewirausaahan dari manajemen dan sistem perusahaan selagi bekerja menjadi pegawai kontrak / honor agar bisa juga menjadi pengusaha.


Sebab jika semua karyawan atau buruh langsung diangkat menjadi karyawan tetap, maka pekerja / buruh akan terikat oleh aturan perusahaan, selain itu kita jadi tidak bisa berfikir , tidak mempunyai banyak waktu karena dibeban kan pekerjaan yang tidak ada hentinya. Para pekerja atau buruh berada di quadran kiri Cashflow Quadrant nya Robert T Kiyosak yaitu menjadi employee / pekerja yang setiap bulan menerima gaji atau penghasilan pas - pasan atau mungkin kurang, Karena menurut mereka, jika setiap bulan menerima penghasilan akan aman padahal kalau di PHK atau sakit? Penghasilan akan hilang seketika.


Dalam konsepnya yang popular “Cashflow Quadrant”, Robert Kiyosaki mengajarkan kepada kita bahwa “Jangan bekerja untuk uang”, melainkan “Biarkan uang yang bekerja untuk Anda”. “Bekerja untuk uang” adalah yang terjadi pada quadran kiri, yaitu karyawan/employee atau self-employee. Prinsip dasar dari quadran kiri adalah menukarkan waktu untuk uang. Apabila Anda tidak menyediakan waktu untuk bekerja, maka anda tidak mendapatkan uang.


Selain itu para karyawan atau buruh banyak memiliki kekurangan waktu, seperti saya misalnya yang selalu kekurangan waktu baik untuk masyarakat maupun untuk keluarga, Jadi apabila kita bertanya “Mengapa kita kekurangan waktu yang dapat dihabiskan bersama keluarga?” Kemungkinan besar jawabannya adalah karena waktu saya habis untuk bekerja. Dan bila pertanyaan diteruskan “Mengapa saya harus bekerja?” Jawabannya adalah karena saya membutuhkan uang untuk membiayai kehidupan saya dan keluarga.


Masalah ini terjadi karena pada dasarnya karyawan menukarkan waktu mereka dengan pendapatan. Akibatnya? Semakin banyak gaji yang diterima oleh karyawan, mengharuskannya untuk bekerja lebih lama. Bila karyawan sedang membutuhkan uang lebih banyak, mereka akan bekerja tambahan dengan cara lembur atau mencari pekerjaan sampingan. Akibatnya semakin sedikit waktu untuk hal lain.


Disisi lain dari Quadrant ini adalah bisnis dan investor, dimana “Uang bekerja untuk Anda”. Di dalam bisnis, Anda membuat sebuah sistem yang mempergunakan waktu dan tenaga orang lain untuk menghasilkan uang. Sementara pada quadrant investor, uang Anda akan bekerja untuk menghasilkan uang bagi Anda. Anda disarankan untuk berpindah ke quadrant kanan. Pada quadrant kanan, Anda sudah tidak perlu menyediakan waktu hingga 8 jam per harinya untuk bekerja. Sistem dan uang Anda akan bekerja untuk Anda. Anda akan memiliki waktu lebih banyak untuk keluarga/teman.


Oleh karena itu kepada teman - teman para pekerja dan buruh, mudah - mudahan tulisan ini dapt membuka pikiran kita bahwa tidak selamanya menjadi buruh / pekerja itu aman dan nyaman. Ada benarnya mungkin sampai saat ini anda tidak diangkat menjadi karyawan / pegawai tetap , karena jika anda menjadi pegawai / buruh tetap maka akan ada banyak aturan yang akan mengikat anda, mengharus kan anda bekerja seperti robot, juga membatasi waktu anda, tidak punya waktu untuk keluarga, saudara bahkan untuk Agama dan Tuhan anda.


Apalagi bagi kita ummat Islam , Dalam berbagai hadits Nabi Muhammad Saw sering menekankan pentingnya perdagangan / wirausaha. Di antaranya riwayat dari Mu’az bin Jabal, bahwa Nabi bersabda ”Sesungguhnya sebaik-baik usaha adalah usaha perdagangan (H.R.Baihaqi dan dikeluarkan oleh As-Ashbahani). Hadits ini dengan tegas menyebutkan bahwa profesi terbaik menurut Nabi Muhammad adalah perdagangan.


Namun sangat disayangkan, kaum muslimin tidak merealisasikan hadits ini dalam realitas kehidupan dan membiarkan perdagangan dikuasai orang lain, akibatnya ekonomi ummat Islam terpinggirkan selama berabad-abad dan ekonomi bangsa-bangsa lain maju menguasai dunia. Gejala ke arah ini sebenarnya pernah terjadi di masa Umar bin Khattab, yaitu ketika para sahabat mendapat harta ghanimah yang melimpah melalui ekspansi wilayah Islam ke Persia, Palestina dan negara-negara tetangga, karena itu para pejabat dan panglima tentera Islam mulai meninggalkan perdagangan. Umar mengingatkan mereka, ”Saya lihat orang asing mulai banyak menguasai perdagangan, sementara kalian mulai meninggalkannya (karena telah menjadi pejabat di daerah dan mendapat harta ghanimah), Jangan kalian tinggalkan perdagangan, nanti laki-laki kamu tergantung dengan laki-laki mereka dan wanita kamu tergantung dengan wanita mereka”.


Betapa urgennya ummat Islam menguasai perdagangan, sehingga Nabi Muhammad Saw mewajibkan ummat Islam untuk menguasai perdagangan. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad saw mengatakan, ”Hendaklah kamu berdagang, karena di dalamnya terdapat 90 % pintu rezeki (H.R.Ahmad).


Islam memberikan penghormatan yang tinggi kepada para pedagang. Dalam Sebuah hadits, Nabi Muhammad Saw, menempatkan dan mensejajarkan para pedagang bersama para Nabi, Syuhada dan Sholihin “Pedagang yang amanah dan benar akan ada bersama dengan para syuhada di hari qiyamat nanti” (HR. Ibnu Majah dan al-Hakim)


Mari kembangkan jiwa dan skill kewirausahaan kita untuk kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat..


Robbana atina fi Dun'ya Hasanah Wa Fil A' khiroti Hasanah waqina Adzabbannar


Selamat Hari Buruh.....


*tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya sendiri, teman - teman para buruh dan karyawan.


1 comment:

Kertaningtyas said...

Pendapat anda sangat menarik untuk dikaji. Saya melihat, bahwa terdapat unsur kufur dari gerakan buruh. Kufur yang terjadi karena kebodohan. Mengapa bodoh? Mungkin karena tak ada waktu untuk belajar, sebab mereka bekerja untuk uang dan memang hal itu tidak salah, karena mereka memang butuh uang maka harus bekerja. Para buruh tidak memahami bagaimana mekanisme menyelesaikan persoalan dgn pengusaha secara benar, setiap upaya mereka dimentahkan dgn alasan prosedur, kembali lagi karena kebodohan. Dan demi tuntasnya persoalan mereka mengambil jalan buruk yg terbaik bagi mereka yaitu berbuat onar, untuk mengangkat masalah ini ke publik, membuat malu pengusaha sehingga mereka buru2 berbenah diri. Maka pada intinya bukanlah penindasan buruh melainkan kebodohan buruh! Dan hal ini bertambah runyam ketika dari kalangan yang lebih pintar dari para buruh, yang mengatasnamakan perjuangan buruh, mereka bertindak sebagai calo keadilan dan merusak citra serikat buruh. Dan ketika buruh berbuat anarkis, yang mereka mungkin saja tidak menyadari bahwa hal itu anarkis.. Maka perjuangan berakhir di terali besi, pengusaha dapat asuransi dan para calo dapat duit! Sangat memprihatinkan. Dalam hal ini saya berpendapat bahwa pemerintah memegang peranan inti didalam menciptakan ketetapan yang mengatur hubungan industrial antara buruh dan pengusaha serta penekanan terhadap upaya pendidikan dan penyadaran buruh. Pernah ketika saya mencoba untuk berdiskusi dgn kawan2 buruh, mereka menjawab: alah.. emboh!